-
Asuransi Syariah Bersinar tahun 2011
No CommentsBisnis asuransi syariah pada 2011 ini mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ini terlihat dari aset asuransi syariah yang mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Menurut Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nur Haida, kinerja perusahaan asuransi telah menunjukkan pertumbuhan di akhir 2010 hingga pertengahan 2011. “Dari sektor industri keuangan yang cukup berkembang adalah asuransi syariah,” ujar dia, akhir pekan lalu.
–>
Data Bapepam-LK menyebutkan, jumlah pelaku usaha asuransi syariah mencapai 43 unit. Dari jumlah tersebut terdapat lima perusahaan asuransi syariah dan 35 unit syariah. Total aset asuransi syariah mencapai 4,71 persen dari pangsa pasar asuransi per Desember 2010. Porsi aset itu meningkat sebesar 4,34 persen dari total pangsa pasar asuransi pada 2009.Sementara itu, total aset asuransi syariah per Desember 2010 mencapai Rp 6,9 triliun. Jumlah ini meningkat 45 persen dari 2009 yang sebesar Rp 5 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bahwa bisnis asuransi syariah terus melonjak pada 2011. Nur Haida memperkirakan pertumbuhan asuransi syariah akan terus meningkat hingga 50 persen tahun ini.
Untuk memperbesar asuransi syariah, Bapepam-LK terus mendorong kinerja sesuai dengan prinsip asuransi syariah. Hal itu dilakukan sebelum unit asuransi syariah yang masih berada di bawah perusahaan induk melakukan pemisahan (spin off). “Kita terus mendorong penghitungan di dalam asuransi syariah sesuai dengan prinsip syariah. Kalau itu sudah bagus, bisa didorong untuk spin off,” papar Nur Haida.
Sebelumnya, pengamat ekonomi syariah Muhammad Syakir Sula mengungkapkan, spin off unit asuransi syariah dari perusahaan induk dinilai akan mempercepat pertumbuhan bisnis dan meningkatkan pangsa pasar industri asuransi syariah di Indonesia. Karena itu, aturan terkait spin off unit asuransi syariah mendesak direalisasikan.
Menurutnya, pemisahan tersebut akan mempercepat bisnis asuransi syariah lantaran terkait besarnya modal. Sebagai unit dari perusahaan induk, asuransi syariah hanya dikenai minimal modal Rp 25 miliar. Sementara dengan menjadi perusahaan sendiri, asuransi syariah harus memiliki minimal kepemilikan modal Rp 50 miliar. Penambahan modal tersebut memungkinkan asuransi syariah untuk ekspansi bisnis. Perusahaan asuransi syariah yang sudah terpisah juga akan lebih kreatif mencari produk dan partner baru.
Pangsa pasar asuransi jiwa dan umum syariah saat ini masih 4,7 persen. Angka ini diharapkan bisa meningkat dengan spin off. Syakir memprediksi pertumbuhan pangsa pasar asuransi bisa mencapai 10-20 persen dalam jangka lima tahun setelah spin off dilakukan. Angka itu bisa tercapai jika dalam waktu tiga tahun semua unit asuransi syariah sudah melakukan spin off.
Pelaku asuransi optimistis produk syariah akan terus tumbuh pada 2012. Wakil Direktur Utama Allianz Life, Handoyo Kusuma, mengatakan, bisnis syariah Allianz akan tumbuh hingga 25 persen pada 2012. Menurutnya, selama ini produk syariah telah berkontribusi hingga kisaran 30 persen dari keseluruhan bisnis Allianz. “Kita optimistis tahun depan ada opportunity yang luas untuk mengembangkan pasar syariah,” ujar dia.
Pada 2012, Handoyo masih akan fokus ke pasar ritel. Selama ini, pasar ritel masih jadi tulang punggung asuransi. “Kita tetap maintain di ritel, selain akan berbisnis lewat bank. Kita akan perbanyak kerja sama dengan bank,” tambahnya.
Pertumbuhan asuransi syariah diprediksi akan terus melesat. Hal itu lantaran ada dukungan perkembangan ekonomi syariah dari perbankan di Tanah Air. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, mengatakan ekonomi syariah telah berkembang cepat di Indonesia.
Dia mengakui pangsa pasar perbankan syariah masih 3,5 persen. Namun, total aset per September 2011 telah mencapai Rp 126 triliun. Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan mencapai 38,7 persen. “Kualitas pembiayaan tumbuh dengan baik meskipun dalam penumpukan dana masih relatif kurang,” ujar Halim.
Industri perbankan syariah diprediksi juga akan terus meningkat. Halim mengatakan, kondisi ekonomi global digoyang krisis akan menjadi momentum industri ekonomi syariah berkembang. Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, kata dia, akan dicari alternatif bentuk ekonomi yang cocok. Indonesia, menurutnya, sudah memiliki alternatif itu, yakni ekonomi syariah. c01 ed: nidia zuraya
Profil Industri Asuransi Syariah 2010
Aset: Rp 6,9 triliun
Perusahaan Asuransi Syariah: 5
Unit Asuransi Syariah: 35
Perusahaan Reasuransi Syariah: 3sumber : http://koran.republika.co.id
Random Posts
Published on November 17, 2011 · Filed under: Asuransi Takaful; Tagged as: asuransi syariah bersinar tahun 2011, asuransi syariah tahun 2011 maju pesat, grafik perkembangan asuransi syariah di indonesia 2011, kemajuan asuransi syariah 2011, peningkatan asuransi syariah 2011, perekembangan asuransi syariah tahun 2011

















Recent Comments