MERAJUT IMPIAN Motivasi, Tips dan Trik Sukses Dunia Akhirat

Archives

Categories

  • Waktu Mulai dan Akhir Iktikaf

    Awal dan akhir iktikaf
    Menurut Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah, waktu iktikaf sunah tak dibatasi dengan waktu tertentu. Apabila seseorang masuk ke dalam masjid dan berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menetap di dalamnya, berarti dia sudah dianggap beriktikaf saampai keluar dari masjiditu.

    Jika seseorang berniat iktikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan, hendaknya dia masuk ke dalam masjid sebelum matahari terbenam,” ujar ulama terkemuka dari Mesir itu.

    Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Said.
    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin melakukan iktikaf bersamaku, hendaknya dia melakukannya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.”

    Maksudnya, sepuluh malam terakhir yang diawali dari malam ke-21 atau ke-20 bulan Ramadhan. Menurut sebuah riwayat, jika Rasulullah SAW hendak melakukan iktikaf, beliau melakukan shalat Subuh, kemudian masuk ke tempat iktikaf.

    “Maksudnya, Rasulullah masuk ke tempat iktikaf yang telah disediakan di dalam masjid. Sedangkan, waktu masuk ke dalam masjid untuk iktikaf dimulai dari waktu permulaan malam,” ujar Sayyid Sabiq mengutip hadis riwayat Imam Muslim tentang bab iktikaf.

    Menurut Abu Hanifah dan Syafi’i, seseorang yang hendak melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, keluar dari rumahnya menuju masjid setelah matahari terbenam pada hari itu.

    Sedangkan, Imam Malik dan Ahmad berpendapat, jika keluar setelah matahari terbenam, hal itu juga sudah sah.

    Akhir iktikaf
    Menurut Sayyid Sabiq, seseorang mengakhiri iktikafnya saat akan menunaikan shalat Hari Raya. Atsram meriwayatkan dengan sanad dari Abu Ayyub, dari Abu Qilabah, bahwa pada malam Hari Raya Idul Fitri, dia pernah menginap di dalam masjid. Keesokan harinya, dia menunaikan shalat Idul Fitri.

    Ibrahim berkata, “Orang yang melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, hendaknya tetap menginap di masjid pada malam Idul Fitri. Kemudian, pada pagi harinya, dia keluar dari masjid menuju tempat hari raya.”

    sumber : republika

    Related Post

    No Comments

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree