-
Kiat Memperhatikan dan Menghadapi Lansia
No CommentsMemerhatikan, Memberi Perhatian
Psikolog Elly Risman memiliki cara memerhatikan bundanya yang sudah renta. Secara teratur ia mengajak ibunya merawat diri ke salon. Kegiatan yang tak pernah dilakukan sang bunda saat muda.Itu cara saya memanjakan Mama, kata Elly. Di salon sembari memanjakan diri, ia dan ibunya biasa membicarakan berbagai hal.
Sang bunda paham, sebagai psikolog yang banyak mengisi seminar di berbagai kota, waktu Elly di rumah relatif terbatas. Tapi, ia menyiasati keterbatasannya dengan menempatkan sang bunda di sebelah kamarnya.
Setiap usai shalat tahajud, ia dapat mengendap ke kamar sebelah. Saat itulah, ia bisa memerhatikan wajah penuh kerut milik ibunya sedang tertidur pulas. Jika sang bunda masih terjaga, waktu tengah malam itu digunakannya untuk mengobrol. Pokoknya harus ada waktu untuk ibu di tengah kesibukan saya seharihari, tegas ibu tiga anak ini.Ke Tanah Suci
Tak hanya menjaga komunikasi dengan ibu. Elly berusaha menangkap keinginannya yang tak terucap. Ia memperhatikan, sang bunda setiap datang ke pengajian dan melihat tayangan umrah atau haji di TV terlihat tertarik dan antusias. Padahal, ia telah berhaji. Mama saya nggakpernah bilang ingin balik lagi ke Tanah Suci, ujar dia.Suatu ketika saat sedang mengobrol berduaan, Elly mengungkapkan kelegaannya telah menikahkan anaknya meski tanpa pesta besar. Kalau ada rezeki, doainya Ma, saya ingin bawa Mama ke Tanah Suci lagi, tuturnya.
Mamanya menangis tersedu, langsung memeluk dan berdoa. Menurut Elly, ibunya begitu terharu karena sama sekali tak pernah mengucapkan keinginannya itu. Enam bulan kemudian, Elly berhasil membawa ibundanya ke Makkah.
Ia sendiri merasa bersyukur di usianya yang memasuki 60 tahun ini anak-anaknya pun melakukan hal serupa padanya. Mereka sering menawari saya berbagai hal, seperti Mama mau tas warna apa? Atau Mama, ada restoran baru, kita main ke sana, yuk? Ia menirukan ucapan anaknya. Atau, tiba-tiba bisa saja baju baru datang ke rumah. c04 ed: nina ch
Kenali Dulu Sifatnya
Menghadapi nenek dan kakek, menurut Sukarsi, susahsusah gampang. Wanita yang menghabiskan waktunya 25 tahun mengurusi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4, Jakarta, ini berbagi kiat menghadapi lansia.
Nenek-kakek bersifat kekanakan
Ketika seseorang berusia lanjut, sikap dan perilakunya akan kembali seperti saat kanak-kanak. Keluarga harus sabar dan aktif mengajak sang kakek atau nenek untuk bermain. Bila ada cucu yang masih kecil, kakek atau nenek dapat diajak bermain dengan cucu. Beberapa permainan yang cocok adalah bisikan berantai, lempar bola dalam keranjang, atau karaoke bersama. Berbagai aktivitas itu dapat dilakukan di taman atau halaman. Pikiran menjadi segar kembali, mereka pun menjadi lebih bahagia.Nenek-kakek rewel dan bawel
Sifat seperti ini biasanya muncul pada mereka yang belum bisa ber adaptasi dengan keadaan diri yang serba tak mampu. Anak, menantu, cucu, jangan malah meninggalkan sang nenek karena kesal dengan sikapnya ini. Selidiki pencetus sikapnya. Sabar dan tetap berikan kasih sayang pada mereka. Berusahalah untuk meyakinkan mereka bahwa tak ada yang berubah, meski kini situasi tak lagi sama.Nenek-kakek pemurung
Bisa jadi mereka sedih atau murung karena sakit. Tapi, bisa juga karena merasa ada yang tak menyukainya di rumah. Keluarga harus aktif mengajak ngobroldan melibatkan me reka dalam setiap aktivitas. Jangan biarkan mereka larut dalam kesedihan atau lamunan. Bisa juga mengajak sang nenek untuk melakukan hobi yang bisa mengalihkan perhatiannya. Yang terpenting, ingatkan nenek atau kakek kepada Allah.Nenek-kakek tak mau diam
Biasanya melanda lansia yang tak ingin merepotkan orang lain, dan ingin memperlihatkan dirinya masih mampu dan eksis. Namun, tak semua aktivitas baik untuk kesehatannya. Anak atau cucu harus berupaya melihat hobi mereka dan memberikan aktivitas yang disukai.Nenek-kakek berperasaan halus
Biasanya lansia tipe ini mudah sekali tersinggung. Untuk itu, ketika berbicara keluarga pun harus lebih hati-hati dalam memilih kata-kata. Anak atau cucunya harus lebih sering memberikan pelukan pada nenek atau kakek dengan perasaan halus ini. Dengan begitu ia merasa lebih dimengerti. Jangan lupa menegur atau memberikan sapaan ringan ketika bertemu.sumber : republika
Related Post
Published on August 21, 2011 · Filed under: keluarga; Tagged as: cara menghadapi lansia, cara menghadapi lansia yang aktif, cara menghadapi lansia yang diam, cara menghadapi lansia yang sensitif, cara menghadapi lansia yang suka marah, kiat bergaul dengan lansia, kiata mengahadapi lansia yang cerewet, macam-macam lansia, macam-macam sifat lansia, sifat lansia, tips menghadapi kakek nenek yang lansia

















Recent Comments