-
Cara Mencegah Dehidrasi Selama Puasa Ramadhan
No CommentsSebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Fungsinya adalah untuk memperlancar metabolisme di dalam tubuh dan mendukung pertumbuhan sel. Dalam proses metabolisme ditambah dengan aktivitas manusia sehari-hari serta pengaruh lingkungan, diperlukan asupan air atau cairan ke dalam tubuh sebanyak total minimal delapan liter sehari. Bila ada aktivitas yang tinggi dan mengeluarkan cairan keringat yang banyak, asupan air pun diperbanyak lagi.
Setiap orang tetap harus menjaga asupan dan komposisi cairan di tubuhnya. Bila terjadi kekurangan cairan di tubuh (dehidrasi), akibatnya bisa berdampak pada kesehatan. Dalam kondisi dehidrasi yang parah, dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
Pada saat berpuasa, mereka yang menjalankannya harus tetap menjaga asupan air setiap harinya. Walaupun mereka tidak minum dari subuh hingga maghrib, konsumsi air atau cairan tetap harus seimbang dan itu bisa dilakukan sejak maghrib hingga subuh.Perbanyak air
Menurut Ahli Nutrisi Marzuki Iskandar, jumlah minimum konsumsi air atau cairan selama berpuasa ditingkatkan menjadi sepuluh liter tiap hari. Jumlah tersebut ditetapkan sekian karena aktivitas manusianya tetap tinggi, tetapi asupan air di saat siang tidak ada. Selain itu, jumlah asupan air sekian ditujukan untuk mencegah seseorang terkena dehidrasi.
”Kita tidak bisa minum sekaligus banyak, misalkan langsung dua liter. Itu akan mengagetkan dan membebankan lambung,” katanya, beberapa waktu lalu, di Jakarta.Pada saat berpuasa, khususnya berbuka, makan malam, dan sahur, umumnya tak bisa menghindari makanan manis, makanan tinggi lemak, dan kurang konsumsi buah. Untuk mencerna gula, lemak, dan mempermudah metabolisme selama puasa, asupan air harus banyak.
Berpuasa selama 14 jam pun peranan air dalam tubuh tetap harus berjalan. Walaupun aktivitas berkurang, cairan dalam tubuh tetap berkurang. Keluarnya tetap melalui air seni dan keringat. Bahkan, mereka yang bekerja di ruang ber-AC, tetap mengeluarkan cairan tubuh yang tinggi. ”Soalnya, pencernaan dan metabolisme tetap berjalan.”
Asupan cairan selama berpuasa perlu diperhatikan. Marzuki menegaskan, sepuluh liter itu bisa dipenuhi dengan konsumsi air minum, sayuran berkuah, menu-menu berbuka (es, kolak, dan makanan berkuah lainnya), dan buah-buahan yang mengandung air yang banyak (blewah, pepaya, semangka, melon, buah naga, dan lain-lain).
Pada saat berbuka puasa, umumnya dianjurkan mengonsumsi makanan yang manis dan tinggi kandungan glukosanya. Di saat itulah, diperlukan air manis. Dia menyarankan agar air yang dikonsumsi saat berbuka adalah yang hangat agar memudahkan lambung menerimanya. Gula bisa diproses langsung oleh tubuh menjadi energi yang selama berpuasa keadaan gula darahnya rendah.
Setelah itu, dibarengi minum air putih sebanyak satu gelas. ”Tujuannya adalah untuk melarutkan gula dan membantu pencernaan dalam mengolah makanan berbuka. Dengan begitu, sedikit demi sedikit kadar gula dalam darah menjadi normal kembali.”
Sehabis mengonsumsi makanan-makanan kecil pun, Marzuki menyarankan untuk tetap dibarengi dengan minum. Mengonsumsi air dingin diperbolehkan. Air dingin mampu meningkatkan penyerapan nutrisi ke dalam tubuh. ”Untuk mereka yang kurus, air dingin membantu metabolisme. Namun, bagi mereka yang gemuk, biasakan hindari minum air dingin.”
Sayur-sayuran pun disarankan yang berkuah atau direbus. Dengan dikuah atau direbus, kandungan airnya meningkat. ”Kurangi kuah bersantan. Soalnya, bila santannya sampai pecah, itu menjadi lemak jenuh. Goreng-gorengan pun dihindari usai sahur karena siangnya akan terasa haus.”
Jenis minuman
Di samping air putih, minuman saat ini banyak jenisnya. Namun, Marzuki berpendapat, air putihlah yang baik bagi kesehatan. Air teh manis pun baik, sambungnya, terutama pada saat berbuka.Minuman lainnya adalah jus buah. Menjelang shalat Tarawih, setelahnya, dan 30 menit usai sahur, dia menyarankan untuk mengonsumsi jus buah. Selain airnya juga banyak, nutrisi dan seratnya pada buah juga cukup tinggi.
Susu pun disarankan bagi mereka yang berpuasa di saat malam dan sahur. Bagi yang berbadan kurus, susu sebaiknya dikonsumsi, tetapi tidak perlu bagi yang sudah berlebihan berat badan. Mereka cukup mengonsumsi buah-buahan.
”Sebaiknya mengonsumsi minuman manis yang dibuat sendiri. Kalau yang dalam kemasan, kalorinya jauh lebih tinggi. Kita juga tak tahu apa jenis pemanis dan perasanya, juga pengawetnya,” jelas Marzuki.
Minuman dingin dan bersoda memang menggiurkan. Namun, dia menganjurkan agar selama berpuasa minuman bersoda sebaiknya dihindari. Minuman bersoda tak baik bagi lambung, terutama bagi mereka yang mengindap penyakit gangguan pencernaan.
Bagi mereka yang beraktivitas tinggi dan mengeluarkan banyak keringat, tentu memerlukan asupan cairan yang tinggi sebagai penggantinya. Dia menegaskan agar tidak sembarang meminum minuman pengganti elektrolit tubuh. ”Minuman itu ditujukan bagi mereka yang mengeluarkan keringat banyak dan butuh cairan pengganti yang banyak.”
Mereka yang sehat dan elektrolit tubuhnya seimbang, sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berelektrolit. ”Bila cairan elektrolit di tubuh seimbang dan ditambah lagi minuman jenis itu, terjadi ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dan bisa mengganggu organ tubuh lainnya.”
Soal air kelapa, pengajar di Akademi Gizi Kementerian Kesehatan ini menilai, sangat baik untuk dikonsumsi. Komposisi mineral dalam air kelapa sangat baik dan boleh dikonsumsi saat berbuka puasa.
Yang membuat air kelapa begitu berkhasiat adalah karena kandungan kaliumnya. Menurutnya, sebagian besar orang mengalami kekurangan kalium adalah karena kurang mengonsumsi sayur dan buah. Kandungan kalium pada pisang masih jauh lebih rendah dari air kelapa. Air kelapa mengandung 660 miligram kalium. Untuk itu, air kelapa juga bagus sebagai minuman berbuka puasa.
Selain kalium, air kelapa juga mengandung nutrisi, vitamin, dan mineral yang ada dalam wadah steril secara alamiah dalam buah kelapa. Air ini pun dikenal berfungsi sebagai penetral racun dalam tubuh.
Itulah beberapa cara mencegah dehidrasi selama kita berpuasa. semoga kita diberi kesehatan sehingga bisa melaksanakan puasa dengan nyaman. baca juga makanan dan minuman sehat yang dianjurkan ketika puasa.
Random Posts
Published on July 31, 2011 · Filed under: Ramadhan; Tagged as: cara mencegah kekurangan air saat puasa, cara menghindari dehidrasi ketika puasa ramadhan, cara menghindari kekurangan cairan saat puasa, jumlah air yang harus diminum ketika Ramadhan, langkah mencegah dehidrasi saat puasa, manfaat air putih selama ramadhan, manfaat minum juice ketika berbuka, tips mencegah dehidrasi saat puasa, tips mencegah kekurangan cairan air saat puasa, tips menghindari dehidrasi saat puasa Ramadhan, tips tetap sehat ketika puasa

















Recent Comments