-
Hakekat, Tingkatan, dan Keutamaan Tawakkal
No CommentsTulisan ini saya ambil dari kitabnya Ust.Yusuf Al-Qaradhawi ” Tawakkal”. dan pernah saya coba kirim ke harian republika. gak tahu apa nanti bisa dimuat. mudah-mudahan sesuai harapanku.
Tawakkal merupakan bentukan kata al-wakalah. Jika dikatakan “wakala amrahu ila fulanin” artinya menyerahkan urusan kepada fulan dan bersandar kepadanya. Hakekat tawakkal menurut Abu Turob An-Nakhsyaby adalah menghempaskan badan dalam ubudiyah dan mengaitkan hati dengan rububiyah, dan ketenangan hati terhadap kecukupan yang diberikan kepadanya. Jika diberi dia bersyukur, dan jika ditahan dia bersabar.
Tawakal merupakan salah satu ibadah hati yang paling utama. Dan salah satu dari berbagai akhlaq Iman yang agung. Al-Imam Ghazali berkata,” Tawakal merupakan salah satu manzilah agama dan kedudukan orang-orang yang beriman. Bahkan tawakal termasuk derajat muqarribin yang paling tinggi.”Tawakal kepada Allah merupakan kebutuhan pokok kita, terutama dalam masalah rezki, yang biasanya menyibukkan pikiran dan hati manusia siang dan malam. Bahkan kadang sebagian orang rela mengorbankan jiwa dan kehormatan hanya untuk sesuap kehidupan dan kesenangan dunia. Seperti yang dilakukan para PSK, koruptor, pemeras hak orang lain, dsb. Mereka itulah salah satu ciri orang yang tidak bertawakal. Sebab mereka tidak yakin akan rezki halal yang akan diberikan Allah.
Al-Imam Ibnul Mubarak berkata,” Barangsiapa memakan harta yang haram, maka dia bukan orang yang bertawakal.”
Tingkatan Tawakal
Untuk bisa dikatakan sebagai orang yang bertawakal dengan sebenar-benarnya, seorang muslim harus melalui beberapa tingkatan tawakal. Sebagaimana yang disebutkan Ibnul Qoyyim sebagai berikut:Pertama: Mengetahui Rabb dengan segala sifat-sifat-Nya.
Kedua: Kemantapan hati dalam masalah tauhid. Tawakal seseorang tidak baik kecuali jika tauhidnya benar.
Ketiga: Menyandarkan hati dan bergantung kepada Allah semata, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran karena bisikan sebab di dalamnya.
Keempat: Berbaik sangka kepada Allah. Sejauh mana baik sangka seseorang kepada Allah dan harapannya kepada-Nya, maka sejauh itu pula tawakalnya kepada Allah.
Kelima: Menyerahkan hati kepada Allah, menghimpun penopang-penopangnya dan menghilangkan penghambat-penghambatnya.
Keenam: Pasrah. Yaitu memasrahkan semua urusan kepada Allah tanpa ada tuntutan dan pilihan, tidak ada kebencian dan keterpaksaan.Keutamaan Tawakal
Dalam Al-Quran Allah telah menyebutkan keutamaan tawakal sebagaimana yang tercantum dalam Surat Thalaq:33,” barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.Begitu juga dalam hadits diriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan bahwa di antara umatnya ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Kemudian beliau bersabda, “Yaitu mereka yang tidak membual, tidak mencuri, tidak membuat ramalan yang buruk-buruk dan kepada Rabb mereka bertawakal”. (HR. Al-Bukhary dan Muslim)
Dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andaikan kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia kan menganugerahkan rezki kepada kalian sebagaimana Dia menganugerahkan rezki kepada burung, yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, lalu kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.”
Akhirnya, marilah disetiap sela-sela do’a yang kita panjatkan, kita baca do’a berikut sebagaimana Rasulullah saw juga membacanya, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon taufik kepada-Mu untuk mencintai-Mu daripada amal-amal, kebenaran tawakal dan baik sangka kepada-Mu”. ( HR. Abu Nu’aim). Wallahu a’lam
Random Posts
Published on January 4, 2011 · Filed under: Motivasi Al Quran; Tagged as: arti tawakkal, ciri-ciri orang yang bertawakkal, dalil AlQuran tentang tawakkal, dalil tentang tawakkal, dilil Hadits tentang tawakkal, do'a tentang tawakkal, hakekat tawakkal, hambatan tawakkal, keutamaan tawakkal, makna tawakkal, manfaat tawakkal, pengaruh tawakkal dalam kehidupan, pengertian tawakkal, perintah tawakkal kepada Allah, tawakkal menurut Imam Al Ghazali, tawakkal menurut para ulama, tingkatan tawakkal menurut Ibnul Qoyyim

















Recent Comments