MERAJUT IMPIAN Motivasi, Tips dan Trik Sukses Dunia Akhirat

Archives

Categories

  • Problema Dakwah Islam

    Problema asasi dakwah Islam adalah bagaimana meninggikan kalimah (konsepsi) Allah, sekaligus merendahkan konsepsi pikiran orang kaifr. Ini adalah problema sepanjang sejarah, dari dulu sampai hari kiamat. Sedangkan problema lain adalah konsekuensi logis dari problema asasi ini. Banyak problema kontemporer dalam dakwah ini yang bersifat lokal, nasional, maupun international.

    Berikut beberapa problema dakwah yang bisa kita ketahui:
    1. Problema Pemahaman Konsepsi
    Di kalangan kaum muslimin, bahkan di kalangan kaum pergerakan sendiri, terdapat kebingungan tentang konsepsi Islam. Islam sebagai konsepsi syari’ah maupun konsepsi harakah (pergerakan), yaitu tentang bagaimana menegakkan konsepsi syari’at itu. Ketidaktahuan terhadap konsepsi yang jelas di kalangan kaum pergerakan dakwah menyebabkan berbagai kasus kekecewaan traumatis, yang menyebabkan berhentinya atau berjatuhnya (futur) para aktivis dakwah. Mereka tidak siap mengambil resiko, karena resiko tersebut tidak diperhitungkan sebelumnya.

    2. Problem Kontinuitas Dakwah
    Di kalangan kaum pergerakan, banyak sekali amal dakwah, baik yang berskala pribadi sampai masalah internasional, dalam semua aspek. Tetapi yang kita lihat, tidak banyak diantara berbagai program kegiatan yang terpeliharan kontinuitasnya dengan baik. padahal kontinuitas dalam beramal ini sangat diperlukan dan inilah yang dicintai Allah swt. Rasulullah saw bersabda,” Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan terus menerus walau sedikit”( HR.Muslim).

    3. Problem Perkembangan dan Pertumbuhan
    Banyak amal islami yang telah berlangsung lama yang terpelihara kontinuitasnya, tapi amal islami yang digerakkan itu tidak tumbuh dan tidak berkembang dengan baik. Jika diibaratkan pohon yang bertahun-tahun hidup tapi tidak tumbuh berkembang, tidak membesar, apalagi berbuah.

    4. Problem kekuatan
    Banyak proyek amal islami yang telah membesar dan banyak cabang-cabangnya, banyak anggotanya, dan sekian puluh kali mengadakan muktamar dan konperensi, tetapi anehnya semakin besar tidak semakin kuat tapi semain loyo, karena banyaknya beban internal. Ibarat ayam kampung yang badannya besar dan gemuk banyak makan dan banyak kotorannya, tapi tidak bisa bertarung.

    5. Problem Originalitas
    Banyak amal islami yang tumbuh dan berkembang membesar, bahkan memiliki kekuatan politik sampai pada tingkat negara, tapi mengalami penyimpangan asasi dari aspek aqidahnya. dan ini melahirkan “firqah” (sempalan-sempalan) yang cukup mengganggu. Penyimpangan ini menyebabkan cacat baik dari aspek aqidah, muamalah maupun akhlaq. Originalitas ( al-ashalah) dalam dakwah akan terpelihara jika pergerakan itu memelihara dengan sungguh-sungguh terhadap sumber asli Al Quran dan As-sunnah, sekaligus mampu membebaskan diri dari sentimen lainnya.

    6. Problem kesatuan ummat
    Tugas dakwah yang berat ini tidak mungkin dikerjakan secara sendirian atau oleh golongan tertentu atau secara sektoral. Tugas ini harus melibatkan potensi ummat seluruh dunia. Secara internal, setiap pergerakan islam harus memandang pergerakan islam lainnya sebagai saudara yang saling menguatkan. Bukan malah saling memusuhi. Prinsip yang seharusnya dipahami adalah ” ittifaq fil usul wa ittifaq bi ikhtilaaf fi furu’iyah” ( sepakat dalam masalah ushul aqidah, dan sepakat untuk berbeda pendapat dalam cabang-cabang masalah).

    7. Problem perencanaan
    Pada umumnya, pergerakan islam berjalan secara alamiah, banyak orang berdakwah tapi tidak diiringi dengan perencanaan atau metode yang jelas dan kesungguhan. Banyak pula yang bersungguh-sungguh tapi tidak diiringi dengan metode yang jelas. Hanya mereka yang bersungguh-sungguh yang diiringi dengan metode yang jelaslah yang akan menghasilkan buah (natijah). Buah keberhasilan inilah yang merupakan sarana ampuh untuk mengubah dunia.

    8. Problem kesenjangan generasi
    Problem yang cukup serius adalah “kesinambungan generasi”, Allah mengingatkan melalui Firman-Nya dalam Al-Quran ( 19: 59) yang maksudnya; agar kaum mukminin tidak meninggalkan suatu generasi yang loyo baik secara fisik, mental, maupun intelektual.

    Kesinambungan generasi dalam dakwah artinya kesinambungan antara nenek moyang, orang tua, dengan anak cucu mereka (dzurriyah). Kita akan tetap disambung oleh Allah antara nenek moyang dengan cucunya, jika mereka diikuti dengan keimanan kepada Allah.

    Karena itulah, keturunan harus terpelihara dalam kekokohan iman, ilmu, dan fisik. Karena itu pendidikan Islam bagi anak-anak pergerakan adalah hal mutlak. tidak sedikit kaum pergerakan yang melupakan anak-anak mereka, mereka tidak efektif menegakkan fungsi “Qowwamun” terhadap anak dan istrinya, sehingga menimbulkan akses berikutnya, mereka tidak taat pada Allah dan Rasul-Nya. ini akan menjadi baban baru dalam dakwah. bahkan orang yang belum tahu islam akan berkata,” tuh anak kamu aja akhlaqnya seperti itu, dakwah dulu dong dikeluarga kamu, baru dakwah ke orang lain”.

    Inilah beberapa problema dakwah yang sedang dan akan dihadapi oleh aktivis dakwah. semoga Allah memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita generasi penerus dakwah. wallahu a’lam

    sumber:Agenda dakwah oleh Abu I’dad

    Random Posts

    No Comments

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree