-
Pahala Memberi Nafkah Kepada Istri dan Anak-anak
2 CommentsNafkah yang diberikan oleh suami kepada istri dan anak punya pengaruh besar terhadap proses pendidikan keluarga. Apalagi jika mengikuti petunjuk syariat, seperti, tidak boros, tidak berlebih-lebihan, atau sebaliknya, tidak kikir. Sejak dini, anak-anak pun sudah harus dididik bagaimana menggunakan uang dengan baik.
Banyak hadits yang memberikan motivasi agar suami memberikan nafkah kepada istri dan anak, diantaranya:
1. sabda Rasulullah saw, ” Sedinar yang diberikan di jalan Allah swt, atau untuk membebaskan budak, atau untuk dishadaqahkan kepada fakir miskin atau untuk nafkah keluarga, pahalanya lebih besar yang diberikan sebagai nafkah keluarga.” ( HR.Muslim dari Abu Hurairah)
2. sabda Rasulullah saw,” Sesungguhnya apapun yang engkau berikan sebagai nafkah kepada keluargamu maka kamu akan diberi pahala, hingga sesuap makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu.” (HR. Ahmad)3. Sabda Rasulullah saw,” Makanan yang kamu berikan untuk dirimu sendiri itu adalah shadaqah bagimu, makanan yang kamu berikan kepada anak, istri, dan pembantumu juga shadaqah bagimu.”.( HR.Ahmad)
4. Sabda Rasulullah saw,” Barang siapa mati lantaran bekerja untuk mencari harta halal maka mati dalam keadaan diampuni dosanya,”.(HR.Ibnu Asakir dari Anas).
Dari hadits di atas sangat jelas sekali keutamaan dan perintah untuk memberi nafkah kepada istri dan anak. Namun ada beberapa anggapan bahwa memberi nafkah kepada keluarga tidak wajib. Hingga ada pula yang tega meninggalkan istri dan anak berhari-hari dan berbulan-bulan dalam rangka urusan dakwah. Bukankah keluarga juga perlu kita arahkan ke yang baik? bukankah perintah memberi nafkah dari Allah dan Rasul-Nya ? janganlah mengambing hitamkan demi dakwah terus seenaknya meninggalkan keluarga. ” saya titipkan anak istri saya kepada Allah “, jawab mereka ketika ditanya alasan tidak memberi nafkah.
Kalau meninggalkan istri dan anak(baca:khuruj) diiringi dengan meninggalkan nafkah yang cukup selama dia khuruj, mungkin persoalannya akan lain. Namun jika sampai istri anak terlantar bahkan sampai meminta-minta kepada keluarga lain, bukankah ini termasuk mendholimi istri dan anak, serta membebani kelurga?
Selain itu, anak akan terganggu psikisnya karena kurangnya perhatian dari seorang ayah. Bagaimana sang ayah akan memperhatikan anak jika sering keluar? walau dengan alasan dakwah, namun tidak harus sampai menelantarkan istri dan anak. Bukankah Allah berfirman,” Jagalah dirimu dan keluargamu dari apai neraka“. so, keluarga juga perlu dakwah. jangan sampai orang tua sibuk dakwah untuk orang lain, sementara keluarganya malah amburadul.
Wallahu a’lam
Random Posts
Published on December 18, 2010 · Filed under: keluarga; Tagged as: ancaman bagi yang tidak menafkahi keluarga, anjuran memberi nafkah, dalil perintah memberi nafkah, keutamaan memberi nafkah kepad istri, keutamaan memberi nafkah kepada anak, keutamaan memberi nafkah kepada keluarga, kewajiban nafkah kepada anak, kewajiban nafkah kepda istri, manfaat memberi nafkah kepda anak dan istri, nafkah yang halal kepada istri, pahala nafkah kepada anak, pahala nafkah kepada isti ], pahala nafkah kepada keluarga, perintah menafkahi yang halal
2 Responses to “Pahala Memberi Nafkah Kepada Istri dan Anak-anak”
-
etiamir. said on March 4th, 2011 at 5:49 am
sangat penting untuk laksanakan..
-
gunawan said on November 5th, 2011 at 3:47 pm
intropeksi buat yang lupa, terimakasih

















Recent Comments