MERAJUT IMPIAN Motivasi, Tips dan Trik Sukses Dunia Akhirat

Archives

Categories

  • Langkah atau Kaidah Dakwah Rasulullah saw

    Pada postingan yang lalu telah dibahas Metode atau Uslub Dakwah. pada postingan kali ini akan kita bahas tentang langkah atau kaidah dakwah yang harus di jalankan bagi da’i dalam berdakwah. Dengan menjalankan langkah-langkah berikut mudah-mudahan dakwah akan lebih diterima mad’u atau mutarobbi.

    Seorang da’i mutlaq harus tahu langkah dakwah ini. Karena dakwah ibarat suatu kendaraan yang membawa muatan (misi) untuk diantarkan ke suatu tempat. sedangkan da’i adalah ibarat sopirnya. Agar kendaraan beserta muatan dan sopirnya sampai ke tempat tujuan, ia harus mengetahui secara persis route perjalanan.

    Dalam hal ini langkah atau kaidah dakwah itu adalah ibarat route perjalanan itu. Dengan demikian tentu kita semua sepakat bahwa memahami dan mengetahui langkah atau kaidah dakwah merupakan hal mutlaq bagi seorang da’i, agar misi yang bawa sampai. Para Ulama’ rijalul dakwah dalam hal ini telah membuat langkah-langkah dakwah yang merupakan kesimpulan dari pengalaman dan pengamatan dari sunnah dakwah Rasulullah saw.

    Berikut langkah-langkah atau kaidah dakwah.
    1. Al-Qudwah Qabla Dakwah ( Memberikan teladan yang baik sebelum berdakwah).
    Pada dasarnya manusia itu lebih terkesan dengan apa yang ia lihat daripda ia dengar. Oleh sebab itu untuk meraih simpati manusia maka seorang da’i harus mampu memberikan keteladanan yang baik kepada manusia sebelum menyampaikan dakwahnya.

    Mad’u (orang) akan sering melihat kepribadian seorang da’i ketimbang materi dakwah yang ia sampaikan. Manakala da’i tidak bisa memberikan keteladanan yang baik, maka dakwahnya akan ditolak karena dinilai tidak konsekwen dengan apa yang sampaikan.

    2. Ta’lif Qabla Ta’rif ( Mengikat hati, menumbuhkan rasa simpati sebelum mengenalkan misi)
    Secara umum orang yang telah terpaut hatinya terhadap seseorang, maka orang yang bersangkutan sangat mudah menerima apa yang dikehendaki oleh orang yang ia senangi.

    Dalam dakwah hendaknya da’i juga berusaha mengambil simpatik dari mad’unya sehingga mereka terpaut hatinya dan menerima ajakan kita. Setelah mad’u terpaut hatinya selanjutnya da’i memberikan pengertian, pengajaran tentang risalah ia bawa (Islam).

    3. Ta’rif Qabla Taklif (Memberikan pengertian sebelum memberikan beban)
    Langkah ini penting sekali difahami dan agar dapat dipraktekkan oleh da’i. Mad’u sebelum digiring untuk melaksanakan beban syareat sebelumnya harus diberikan pengertian, ilmu, pengenalan, dan pemahaman tentang apa itu Islam. Dengan langkah ini, mad’u diharapkan melaksanakan kewajiban agama dengan kesadaran bukan keterpaksaan. Sebagai contoh janganlah seorang da’i menyuruh mad’u (orang) bersedekah sebelum menjelaskan keutamaan sesekah.

    4. Tadarruj fi Taklif ( bertahap dalam memberikan beban/amal)
    Para da’i hendaknya bisa memahami secara benar hakekat tadarruj dalam dakwah, bertahap dalam pelaksanaan amalan, bertahap dalam memberikan beban bukan sekaligus. Sebab jika mad’u terlalu banyak tuntutan beramal, maka mad’u akan merasa berat dan akhirnya malah bisa meninggalkan Islam keseluruhan. Bukankah Nabi Muhammad saw juga berdakwah secara bertahap? bukankah Allah menurunkan Al Quran juga bertahap?

    5. Al-Ushul Qabla Al-Furu’
    Seorang da’i dalam mendakwahkan Islam harus mengawali dan mendahulukan masalah prinsip (usul) sebelum masalah-masalah cabang (furu’). Oleh sebab itu da’i harus mengatahui apa saja yang termasuk masalah ushul dan furu’ dalam Islam itu.
    Dalam hal ini, jika kita lihat dakwah nabi, yang pertama beliau serukan adalah perkara-perkara yang berkaitan dengan masalah i’tiqadiyah (masalah aqidah). Bahkan hal ini beliau lakukan selam 13 tahun, baru kemudian yang lainnya. Lalu mengapa dakwah harus start dari ushul aqidah (tauhid) dulu ? insyaAllah akan kita bahasa pada postingan berikutnya.

    6. Attargib Qabla Tarhib ( Memberi kabar gembira sebelum kabar ancaman)
    Sebagai contoh, berilah kabar gembira bagi yang yang rajin sholat jama’ah, rajin bersedekah, rajin membaca Al Quran, dll bahwa Syurga yang indah adalah balasannya. Jangan langsung dibertitahu bahwa bagi yang tidak mengerjakan sholat, maka dia akan berada di neraka Saqr. Neraka yang sangat panas menyala-nyala. Tujuannya adalah agar kesan pertama tentang Islam adalah gambaran balasan bagi yang berbuat baik. baru ketika image ini sudah ada dan mad’u sudah melaksanakan ajaran Islam, kuatkan dengan ancaman bahwa bagi yang meninggalkan shalat maka akan menerima hukuman dari Allah.

    7. Attaisir la Ta’sir (Mempermudah, tidak mempersulit)
    dalam mengawali dakwah hendaklah dari hal-hal yang mudah dulu sebelum yang sulit dan berat. Jika hal yang mudah dan ringan telah bisa diamalkan dengan baik, baru yang lebih berat dituntut. Contohnya, menyeru orang untuk konsisten melaksanakan sholat 5 waktu. Ketika shalat 5 waktu sudah dilaksanakan , serulah untuk sholat berjama’ah. Lalu sholat-sholat sunnah lainnya. Namun hal ini tidak harus menunggu sampai bisa melakukan sholat jama’ah baru diseru untuk shalat sunnah. disela-sela seruan sholat berjamaah, para da’i bisa menyelipkan manfaat dan keutamaan sholat sunnah.

    8. Al-awwaliyat ( Ada skala prioritas)
    Dalam menyampaikan misi dakwah diusahakan untuk langkah awal memprioritaskan kepada mereka yang mempunyai potensi. Karena dengan merekrut orang yang berpotensi berarti da’i punya calon kader dakwah. Seperti yang dilakukan nabi. Beliau merekrut Abu Bakr, Khadijah, Ali, Ustman, dll.

    Selain itu, hendaklah seorang da’i menyeru kepada mad’u hal yang lebih penting dulu. Sebagai contoh ketika terjadi gempa bumi yang merenggut banyak korban, maka mad’u kita seru dan dianjurkan untuk bersedekah kepada para korban dahulu dari pada bersedekah membantu pengaspalan jalan.

    Bagi yang ingin membaca tentang fikh prioritas, anda bisa membaca bukunya Ust. Qaradhawi ” fikh aulawiyat” (fikh prioritas.

    Demikian langkah-langkah atau kaidah dakwah yang harus dilakukan oleh para da’i agar dakwahnya lebih mudah diterima mad’u.
    wallahu a’lam.

    Random Posts

    No Comments

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree