MERAJUT IMPIAN Motivasi, Tips dan Trik Sukses Dunia Akhirat

Archives

Categories

  • Hukum Memperingati Hari Asyuro ala Syiah

    Pada postingan sebelumnya telah dijelaskan asal mula peringatan Asyuro yang biasa dilakukan oleh Syiah. pada postingan kali ini, kita akan membahas hukum memperingatinya seperti yang dilakukan oleh kaum Syiah.

    Perlu kita ketahui, bahwa Kejadian yang menimpa cucu Rasulullah saw memang sangat tragis dan pasti menimbulkan rasa sedih yangsangat mendalam bagi siapa yang mengenang atau membaca kisahnya, apalagi
    terhadap orang yang dicintai Rasulullah saw, dan kita pun sebagai umatnya tentu
    mencintai dan memuliakannya.

    Akan tetapi, apapun musibah yang terjadi dan betapapun kita sangat mencintai
    keluarga Rasulullah saw, namun hal tersebut tentu bukan alasan untuk bertindak
    dan berbuat melanggar ajaran Allah Taala sebagaimana yang dilakukan oleh
    orang-orang Syiah pada peristiwa Asyuro. Sebab berbagai peristiwa tragis juga
    pernah terjadi sebelumnya, seperti peristiwa terbunuhnya Hamzah bin
    Abdulmuththolib
    , atau peristiwa pembantaian yang menimpa puluhan shahabat Nabi
    yang diutus untuk mengajarkan Al Quran dll, namun hal tersebut ternyata tidak
    membuat Rasulullah SAW dan para shahabatnya mengenang atau memperingatinya
    sedemikian rupa sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Syiah untuk
    mengenang terbunuhnya Husain radhiallahu anhu.

    Karena musibah sebesar apapun dalam ajaran Islam, harus disikapi dengan sabar
    dan dikembalikan kepada Allah Taala sebagai qadha dan kadar-Nya.

    Firman Allah Taala:”Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu)
    orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa
    Inna ilaihi raajiun
    “. (QS. Al-Baqarah (2): 155-156)

    Bahkan Rasululah saw melarang dengan keras sikap menampakkan kesedihan yang
    berlebih-lebihan ketika ditimpa musibah, seperti menampar pipi, merobek-robek
    baju dan semacamnya yang dikenal dengan istilah Niyahah.

    Rasulullah saw bersabda:”Bukan golongan kami, orang yang menampar-nampar pipinya (karena duka), merobek-robek bajunya (karena duka) dan menyeru dengan seruan jahiliyah.Aku berlepas diri dari Shaliqah, Haliqah dan Syaqqah“.

    Shaliqah adalah orang yang berteriak ketika mendapatkan musibah, Haliqah adalah
    orang yang menggundul kepalanya ketika mendapatkan musibah dan Syaqqah adalah
    orang yang merobek bajunya ketika mendapatkan musibah.

    Bahkan kemungkaran dari peringatan peristiwa Asyuro ala orang-orang Syiah ini
    diperparah dengan tindakan mencaci maki para shahabat, khususnya Abu Bakar dan
    Umar bin Khattab ra. Mereka memang sering memanfaat peristiwa tersebut untuk
    membangkitkan sentimen kaum muslimin terhadap Ahlul Bait, namun ujungnya adalah
    kebencian kepada sejumlah shahabat yang dibenci oleh orang-orang Syiah,
    khususnya Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Muawiyah bin Abu
    Sufyan radhiallahuanhum dan shahabat-shahabat lainnya.

    Padahal secara keseluruhan, para shahabat adalah orang-orang yang dicintai Rasulullah saw. mencaci maki mereka adalah kemungkaran yang sangat besar, apalagi mencaci shahabat-shahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar
    bin Khattab ra yang jelas-jelas memiliki kedudukan tersendiri di sisi Rasulullah saw.

    Rasulullah saw bersabda:”Jangan kalian mencaci maki shahabatku, seandainya di antara kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, hal tersebut belum sampai satu mud
    (kebaikan) mereka, bahkan tidak juga setengahnya
    “.

    Mencintai Ahlul Bait diperintahkan dalam Islam, namun tidak dengan cara yang
    dilarang dalam syariat apalagi jika sampai mencaci maki para shahabat.
    Kesimpulannya adalah bahwa hukum memperingati peristiwa terbunuhnya Husein bin Ali bin Abi Thalib pada tanggal sepuluh bulan Muharram adalah perbuatan munkar yang
    tidak boleh diikuti oleh setiap muslim yang ingin mengikuti perintah Allah dan
    meneladani Rasul-Nya.

    wallahu a’lam

    Random Posts

    No Comments

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree