-
Data Terakhir Jumlah Korban Meninggal Gunung Merapi
No CommentsKementerian Kesehatan melakukan pelayanan kesehatan jiwa untuk korban Merapi yang mengalami gangguan kesehatan jiwa dan psikososial dengan mengirim Psikolog dan Psikiater ke lokasi-lokasi pengungsian.
Data Kementrian Kesehatan, di Jakarta, Rabu (10/11) menyebutkan, pasca bencana Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, jumlah pasien kesehatan jiwa sejak (27/10) lalu sebanyak 17 orang dengan rincian 6 orang rawat inap dengan diagnosis Psikosis Eksaserbasi, 1 orang dirujuk ke RSJ Magelang, dan 10 orang belum ada diagnosisnya. Selain itu, terdapat 14 pasien diketahui 13 orang gangguan cemas dan 1 orang gangguan depresi, semuanya menjalani rawat jalan.
Sementara untuk mendukung penaganan korban, Kemenkes telah berkoordinasi dengan RS Jiwa di Provinsi Jateng dan DIY, Ikatan Psikolog Klinis (IPK), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dan Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melakukan pemetaan pengungsi di Magelang sebanyak 52 kasus, Solo dan Klaten ada 3 kasus dan Yogyakarta 7 kasus.Pemetaan sistem ditempat pengungsian maupun jalur komunikasi dan informasi ini diorganisir oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi, Jawa Tengah. Selain itu, Kemenkes dengan pihak terkait juga mengadakan Training Of Trainer (TOT) bagi 2 angkatan petugas kesehatan setempat bekerjasama dengan institusi pendidikan yang berasal dari Semarang, Yogyakarta, Solo, Klaten dan Magelang.
Materi berisi tentang gunung berapi, penanganan bencana untuk masalah kesehatan jiwa dan psikososial, role play, penjelasan asesemen menggunakan Self Rating Questionaire (SRQ) (Riskesdas) dan materi ansietas. Kemudian dilakukan praktek lapangan di daerah Mungkit dan membagi penanggung jawab di setiap tempat pengungsian dan siap bekerja di lapangan.
Data terakhir yang dikirimkan dalam pesan singkat pusat komunikasi publik Kemenkes, menyebutkan, total korban tewas akibat bencana Merapi berjumlah 185 orang, adapun jumlah korban rawat inap berjumlah 1.235 orang sebanyak 666 diantaranya masih menjalani perawatan intensif. Total pengungsi disebutkan mencapai 279.779 jiwa, dengan rincian sebanyak 2.772 jiwa di Kabupaten Magelang, Boyolali 39767 jiwa, Klaten 93224 jiwa, Sleman 52.945 jiwa, Kulon Progo 2.797 jiwa.
Upaya yang masih terus dilakukan yakni, Kementrian Kesehatan terus melakukan rapat koordinasi lintas sektor di lokasi, setiap dua hari sekali ditunjuk koordinatornya, saat ini masih disiagakan 440 pos kesehatan yakni di Yogyakarta sebanyak 80, Jawa Tengah 360.
Mendirikan 3 RS lapangan di Magelang, melakukan pelayanan kesehatan di posko kesehatan, pusat kesehatan masyarakat juga RS, mengindentifikasi korban meninggal, memberikan pelayanan kesehatan jiwa, reproduksi, surveilans gizi dan penyakit. Kemenkes juga mengirimkan kembali alat-alat kesehatan, diantaranya, 15 sringe pump dan 15 infusion pump (T. Jul/rm)
sumber : http://www.bipnewsroom.info
Related Post
Published on November 10, 2010 · Filed under: Berita Terlaris; Tagged as: data korban yang mati gunung merapi, data korbanerusi gunung merapi, data mangsa korban gunung merapi, data meninggal gunung merapi, data penduduk meninggal gunung merapi, data terakhir korban gunung merapi, data terakhir tewas gunung merapi, gunung merapi aktif, gunung merapi meletus, hikmah dibalik gunung merapi, jumlah mangsa gunung merapi, jumlah meninggal gunung merapi, jumlah pengungsi gunung merapi, jumlah yang sakit gunung merapi, keadaan korban gunung merapi, keadaan pengungsi gunung merapi, korban erusi gunung merapi, pelajaran meletusnya gunung merapi, penduduk klaten korban gunung merapi, penduduk lereng gunung merapi, penduduk magelang korban gunung merapi, penduduk yang tewas gunung merapi, relawan gunung merapi

















Recent Comments