-
Antara Keterampilan dan Karakter
No CommentsAntara keterampilan dan karakter mempunyai hubungan yang erat sekali ketika orang ingin mencapai puncak kesuksesan.
Dalam ranah Pengembangan Sumber Daya Insani, dikenal dengan TASK. bahwa seorang pekerja perusahaan dinilai dari empat kualitas diri yang dimilikinya.1. Talent ( bakat )
2. Attitude (sikap)
3. Skills (keterampilan)
4. Knowledge (pengetahuan)
keempat kualitas itu secara signifikan akan menentukan keberhasilannya selaku individu dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan.
dan secara lebih luas akan mampu menarik kereta organisasi menuju pencapaian target dan tujuan yang diharapkan. keempat kualitas di atas bisa diringkas menjadi 2 katagori besar yaitu : keterampilan ( didalamnya skills dan knowledge) dan karakter ( talent dan attitude).bagi perusahaan, keahlian atau keterampilan yang dimiliki setiap karyawannya akan menentukan kontribusi yang dapat diberikan. itulah sebabnya, menjadi wajar bila kebutuhan perusahaan akan karyawan dimulai dari penilaian terhadap keahlian yang dimilikinya.
Khalifah Ali bin Abi thalib RA pernah memerintahkan Asytar Al Nukhoi Gubernur Mesir untuk mendapatkan pekerja-pekerja yang handal. dalam perintahnya ia mengatakan, ” Jika engkau ingin mengangkat karyawan, maka pilihlah secara selektif. janganlah engkau mengangkatnya karena ada unsur kecintaan dan kemuliaan (baca:nepotisme), karena hal ini akan menciptakan golongan durhaka dan khianat. pilihlah karyawan karena pengalaman dan kompetensi yang dimiliki…
begitupun karakter memegang peran penting. karena menjadi fondasi nilai bagi keterampilan yang dimiliki setiap individu karyawan. itulah sebabnya Khalifah Ali melanjutkan perintahnya kepada gubernur Mesir untuk memperhatikan karakter sebagai faktor penentu dalam merekrut pegawai.
berikut nukilan perintah beliau, “…pilihlah karyawan karena memiliki tingkat ketakwaanya dan keturunan orang sholih, serta orang yang memiliki akhlaq mulia, argumen yang shahih, tidak mengejar kemuliaan (pangkat) dan memiliki pandangan yang luas atas suatu persoalan,”
kompetensi atau keterampilan menjadi ranah pengembangan SDI. sebaliknya karakter sepatutnya berada pada ranah penarikan SDI. karena kompetensi atau keterampilan lebih mudah untuk diasah dan dikembangkan di masa depan dibanding karakter.
tanpa memperhatikan keduanya, atau lebih mengedepankan keterampilan yang dimiliki saat ini tanpa mempedulikan karakternya, akan mengakibatkan preseden buruk bagi perusahaan. alih-alih mencapai tujuan bisnis, justru semua kerja yang dilakukan akan semakin mengerdilakan eksistensi perusahaan.
“Ketika engkau menyia-nyiakan amanah, maka tunggulah saat kehancurannya, dikatakan , wahai Rosulullah, apa yang membuat sia-sia? Rasul bersabda, ketika suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”(HR.Bukhori)
sumber : Rebublika Kamis, 29 Juli 2010
Related Post
Published on July 31, 2010 · Filed under: Orang Sukses; Tagged as: ahli, karakter, karakteristik, keahlian, keterampilan, kompetensi, skill, tampil, terampil

















Recent Comments